hijab
Tips Aman Konsumsi Obat Sirup dan Cara Menyimpannya

Tips Aman Konsumsi Obat Sirup dan Cara Menyimpannya

2 Jul 2024
532x

Masyarakat belakangan ini semakin waspada dalam mengonsumsi obat sirup. Hal ini merupakan imbas dari adanya ratusan kasus gagal ginjal akut anak yang diyakini karena konsumsi sejumlah merek obat sirup. Menyusul kekhawatiran masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis sejumlah tips aman mengonsumsi obat sirup sekaligus cara menyimpannya.

Obat sirup sendiri merupakan jenis obat yang banyak beredar di dalam negeri, khususnya obat-obatan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Sejak kemunculan kasus gagal ginjal akut yang menewaskan ratusan anak, pemerintah dan BPOM mulai melakukan penelusuran obat-obatan sirup yang beredar di pasaran.

Sebagian merek obat ternyata terbukti mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas. Keduanya merupakan senyawa beracun yang dapat memengaruhi sistem kardiopulmoner dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Akibatnya, BPOM resmi melarang perusahaan farmasi untuk menyertakan EG dan DEG sebagai pelarut obat sirup.

Kabar baiknya, tidak semua obat sirup yang beredar di pasaran mengandung EG maupun DEG. Berdasarkan keterangan tertulis BPOM yang rilis pada 17 November 2022 lalu, ditemukan sebanyak 168 produk obat sirup yang tidak mengandung EG maupun DEG sehingga aman untuk diedarkan.

https://pafikotaciamis.org/

Tips Aman Mengonsumsi Obat Sirup

Obat sirup sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan anjuran yang tertulis pada anjuran penggunaan atau resep dokter. Hal ini untuk menghindari overdosis yang dapat memicu gangguan organ-organ tertentu.

Selain itu, menurut BPOM setidaknya ada beberapa tips yang bisa diikuti masyarakat agar aman dalam mengonsumsi obat sirup, sebagai berikut :

  • Mengonsumsi obat sesuai dosis dan tidak melebihi aturan pakai.
  • Membaca dengan seksama peringatan penggunaan obat seperti yang tercantum pada kemasan.
  • Sebisa mungkin hindari penggunaan sisa obat sirup yang sudah terbuka dan disimpan lama.
  • Konsumen sangat disarankan untuk konsultasi kepada dokter, apoteker, atau profesional kesehatan lainnya apabila gejala tidak berkurang setelah 3 hari penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas pada upaya swamedikasi atau pengobatan sendiri.
  • Apabila muncul efek samping berat seperti alergi segera hentikan penggunaan obat dan temui profesional kesehatan dengan menjabarkan secara lengkap obat apa yang dikonsumsi.

Tips Menyimpan Obat Sirup Agar Aman Dikonsumsi

  • Obat sirup memerlukan penyimpanan yang tepat agar aman dikonsumsi, khususnya jika kemasan obat tersebut sudah dibuka.
  • Obat sirup yang kemasannya sudah dibuka pada dasarnya tidak boleh disimpan terlalu lama. Melansir Medline Plus, obat sirup yang sudah terlanjur dibuka akan terpapar panas, udara, cahaya, dan kelembaban ruangan.
  • Suhu yang tidak stabil dapat merusak obat. Oleh karena itu, obat sebaiknya disimpan di tempat-tempat sejuk, kering, atau kedap udara.
  • Berdasarkan panduan dari Aneurin Bevan University Health Board obat sirup pabrikan kemasan botol umumnya hanya bisa disimpan selama 6 bulan saja sejak dibuka. Jika lebih dari itu, obat sebaiknya segera dibuang meskipun tanggal kadaluwarsanya masih panjang.

Berikut ini beberapa tips menyimpan obat sirup seperti yang disampaikan oleh BPOM :

  • Simpan obat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung seperti laci, lemari atau kotak obat khusus.
  • Perhatikan instruksi penyimpanan obat pada kemasan, karena ada beberapa jenis obat yang perlu disimpan di lemari pendingin dengan suhu tertentu.
  • Jauhkan penyimpanan obat dari jangkauan anak-anak. Jika perlu simpan obat di botol atau tempat yang tertutup rapat.
  • Jangan pernah mengganti kemasan botol ke botol lainnya.
  • Pisahkan penyimpanan obat minum dengan obat luar seperti salep, obat merah, dan sebagainya.
  • Selalu simpan obat dalam kemasan aslinya di dalam wadah yang tertutup rapat.
  • Rutin periksa tempat penyimpanan obat dan seleksi daftar obat-obatan yang sudah kadaluwarsa.
Berita Terkait
Baca Juga:
Nanas untuk Menurunkan Kolesterol dan Darah Tinggi

Nanas untuk Menurunkan Kolesterol dan Darah Tinggi

Tips      

10 Feb 2025 | 245


Buah nanas memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama vitamin, mineral dan antioksidan. Kandungan serat buah nanas juga tinggi sehingga cocok sekali memperlancar pencernaan dan bahkan ...

Fakta Bebek Peking, Hidangan Raja hingga Makanan Wajib saat Imlek

Fakta Bebek Peking, Hidangan Raja hingga Makanan Wajib saat Imlek

Kuliner      

12 Okt 2024 | 471


Makanan ini sudah eksis ribuan tahun, lho Selain ikan, bebek peking jadi hidangan wajib saat imlek. Menurut budaya orang China, ayam dan bebek merupakan lambang ketaatan serta kesetiaan. ...

media monitoring

Media Monitoring: Dari Data Mentah ke Aksi Nyata dalam Strategi Bisnis

Gadget      

12 Maret 2025 | 205


Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, pemantauan media telah menjadi elemen penting dalam merancang strategi efektif yang dapat membantu perusahaan bertahan dan berkembang. Media ...

Metode Pembelajaran Tahfidz Al-Quran di Al Masoem: Studi Kasus Pesantren di Bandung

Metode Pembelajaran Tahfidz Al-Quran di Al Masoem: Studi Kasus Pesantren di Bandung

Pendidikan      

5 Jul 2024 | 663


  Metode pembelajaran Tahfidz Al-Quran di pesantren Al Masoem, sebuah SMA Islam di Bandung, memberikan suatu studi kasus menarik tentang pengembangan keterampilan menghafal Al-Quran ...

Apakah Root HP Beresiko?

Apakah Root HP Beresiko?

Gadget      

1 Okt 2019 | 2266


Apa sebenarnya yang disebut dengan root android? Rooting merupakan suatu proses yang memungkinkan pengguna smartphone, tablet serta perangkat lainnya yang menjalankan sistem operasi android ...

Google

Tes Skolastik: Strategi dan Tips Mengatasi Kecemasan Saat Ujian

Tips      

11 Maret 2025 | 224


Tes Skolastik menjadi salah satu penilaian penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam menentukan kelulusan dan penerimaan di berbagai institusi. Namun, banyak siswa yang merasa cemas ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved