MU
Semakin Menurunnya Kepercayaan Publik Terhadap Penegakan Hukum Saat Anies Baswedan Dipanggil Pihak Kepolisian

Semakin Menurunnya Kepercayaan Publik Terhadap Penegakan Hukum Saat Anies Baswedan Dipanggil Pihak Kepolisian

19 Nov 2020
61x

Akhirnya Gubernur Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan dari pihak kepoliasian pada hari Selasa 17 November 2020, karena harus menjelaskan atau mengklarifikasi masalah pelanggaran tentang protokol kesehatan Covid-19 di acara Habib Rizieq Shihab (HRS).

Yang jadi permasalahan disini adalah mengapa ketika ada kerumunan di acara pernikahan putri dari HRS menjadi seolah itu adalah suatu pelanggaran besar protokol kesehatan Covid-19. Seakan ingin menjatuhkan sang Gubernur, pihak kepolisian pun langsung memanggilnya karena dinilai telah terjadi pelanggaran Protokol Kesehatan di DKI Jakarta.

Publik pun bereaksi dengan pemanggilan Anies Baswedan tersebut, karena sebelumnya memang banyak sekali kerumunan yang sudah terjadi dibanyak wilayah di Indonesia. Salah satunya ketika ada demo penolakan UU Omnibus Law, juga ada anak presiden yang melakukan kampanye dengan mengumpulkan banyak masa.

Lalu kenapa saat ada acara pernikahan putri dari seorang HRS kerumunan ini baru dipermasalahkan?

Publik pun tentu akan menilai bahwa penegakan hukum yang tidak adil serta kepercayaan tentang adanya Covid-19 akan semakin menurun, dan publik akan semakin percaya bahwa Covid-19 memang tidak begitu berbahaya seperti apa yang sering diberitakan oleh media.

Begitupun penegakan hukum yang mempersoalkan tentang pelanggaran protokol kesehatan seakan hanya akan menindak pelanggar yang bersebrangan dengan pemerintah saja. Berbeda sekali jika yang melanggar protokol kesehatan tersebut adalah seorang yang memihak kepada pemerintah atau satu haluan dengan rezim saat ini tentu akan aman-aman saja tanpa ada tindakan atau pun denda.

Fenomena ketidakadilan ini pun sampai kepada Dokter yang sekaligus pegiat media sosial, Tirta Mandira Hudhi, yang menilai para penegak protokol kesehatan Covid-19 tidak berani untuk memberikan sanksi kepada tokoh berpengaruh yang satu haluan dengan pemerintah saat ini.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Indonesia Lawyers Club bertajuk ILC Prokes Dilanggar, Selasa (17/11/2020) malam. Menurutnya kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 cenderung menurun lantaran sejak awal kondisinya tidak berubah signifikan kendati telah melakukan pembatasan sejak Maret 2020.

Kepercayaan publik itu, jelasnya, kian menurun lantaran melihat penegakan protokol yang tebang pilih.

Tirta juga mencontohkan tidak adanya ketegasan dari aparat dalam kampanye Pilkada 2020. Kampanye Pilwakot Solo dengan salah satu calonnya adalah Gibran Rakabuming, putra Presiden Joko Widodo, menjadi salah satu contohnya.

Mungkin pernyataan Tirta juga bisa menjadi salah satu perwakilan dari banyaknya publik yang menilai bahwa penegakan keadilan tentang protokol kesehatan Covid-19 yang tidak sama rata.

 

 

Berita Terkait
Baca Juga:
10 Manfaat Minyak Kelapa untuk Kecantikan yang Jarang Diketahui

10 Manfaat Minyak Kelapa untuk Kecantikan yang Jarang Diketahui

Herbal      

23 Apr 2020 | 195


Tidak sedikit minyak alami yang menyehatkan dan sekaligus bisa menambah cantik penampilan Anda tiap-tiap hari. Salah satunya antara lain minyak kelapa. Minyak kelapa adalah minyak yang ...

Cara Memilih Stop Kontak yang Baik

Cara Memilih Stop Kontak yang Baik

Tips      

23 Okt 2020 | 32


Salah satu instalasi listrik yang umum ditemukan adalah stop kontak. Stop kontak sebagaimana diketahui merupakan salah satu material instalasi listrik yang memiliki fungsi sebagai tempat ...

Manfaat Terong, Bisa Cegah Radikal Bebas hingga Kanker

Manfaat Terong, Bisa Cegah Radikal Bebas hingga Kanker

Herbal      

1 Maret 2020 | 218


Gampang dijumpai di pasar dan dipasarkan dengan harga yang relatif murah, terong menjadi bahan makanan yang banyak dibeli dan gampang diolah menjadi beragam menu masakan. Tetapi tidak ...

Obat Herbal Asam Lambung

Obat Herbal Asam Lambung

Herbal      

19 Okt 2018 | 1062


Sakit asam lambung adalah suatu kondisi di mana ditandai dengan nyeri pada bagian ulu hati atau merasa ada sensasi terbakar di dada yang terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus. ...

Cara Atasi Efek Makan Berlebih Ketika Lebaran dengan Air Lemon

Cara Atasi Efek Makan Berlebih Ketika Lebaran dengan Air Lemon

Tips      

26 Mei 2020 | 203


Berbagai suguhan nikmat tersaji ketika Lebaran. Laksana panas setahun dihilangkan oleh hujan sehari, di Hari Raya Idul Fitri, orang dapat memakan seluruh santapan lezat tadi seakan lalai ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tips      

1 Okt 2020 | 46


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved