

Aghil - Untuk mengatasi pandemi saat ini, negara-negara di dunia berlomba membuat vaksin yang efektif. Salah satunya Amerika Serikat. Salah satu perusahaan bioteknologi disana sudah menemukan vaksin yang memiliki tingkat efektivitas hingga 94,5 persen.
Vaksin tersebut dikeluarkan oleh Moderna. Perusahaan ini menyampaikan, bahwa analisis sementara pada vaksin Covid-19 ini tak memiliki masalah keamanan. Namun, terdapat efek samping akibat vaksinasi menggunakan vaksin ini.
Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri di bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan kemerahan di bekas suntikan.
"Mayoritas efek samping ringan atau sedang. Sekitar dua persen partisipan (satu partisipan) merasakan nyeri di tempat suntikan pertama. Lalu, setelah dosis kedua diinjeksi ada keluhan kelelahan (9,7 persen), mialgia (nyeri otot) terjadi pada 8,9 persen partisipan, artralgia (nyeri sendi) pada 5,2 persen partisipan."
"Sakit kepala(4,5 persen) dan kemerahan di bekas injeksi," kata Moderna mengutip rilis yang dikutip pada Jumat (20/10/2020).
Efek samping pada vaksin bukanlah hal yang baru. Rata-rata semua vaksin memiliki efek samping. Hal yang membedakan hanyalah seberapa besar efek samping yang dihasilkan dari sebuah vaksin.
Salah satu efek samping yang umum terjadi setelah vaksinasi adalah bengkak dan kemerahan di sekitar bekas penyuntikan lalu demam. Sehingga jangan heran jika ada efek samping yang nantinya akan dirasakan.
Hal terpenting dalam proses vaksinasi adalah mengetahui efek samping yang akan terjadi. Sehingga, kita tak kaget saat terserang beberapa masalah tersebut.
Jika memang vaksin bekerja dengan baik melindungi dari COVID-19 dan efek sampingnya ringan, orang-orang bisa menggunakannya seperti disampaikan Goodman dikutip dari Business Insider.
"Jika efikasi (kemanjuran vaksin) tinggi, masyarakat bisa memikirkan ulang untuk menggunakannya," kata Goodman.
Hal senada juga disampaikan Direktur Vaccine Education Center di Children's Hospital Philadelphia, Paul Offit.
Mengetahui efek samping itu penting sehingga suatu instansi bisa mengetahui harus melakukan apa ketika akan melakukan vaksinasi. Misalnya, efek samping kelelahan. Maka injeksi vaksin dilakukan bertahap agar tenaga kesehatan yang ada tidak semuanya lemas atau kelelahan pascainjeksi.
Yoto Player, Speaker Unik yang Lucu Khusus Untuk Anak-anak
19 Maret 2020 | 2071
Yoto Player merupakan sebuah speaker buat anak-anak. Tetapi di balik tampilannya yang seperti mainan, speaker ini mempunyai keunikan khusus. Malahan yang mungkin tak anda kira. Pada ...
Apa Sebenarnya Jurusan Sistem Informasi dan Mengapa Populer di Kalangan Mahasiswa?
26 Nov 2025 | 209
Di tengah tuntutan dunia industri akan efisiensi, integrasi, dan pemanfaatan data, Jurusan Sistem Informasi muncul sebagai disiplin ilmu yang menjembatani teknologi dan bisnis. Apa definisi ...
Kesalahan Branding yang Harus Dihindari Bisnis Online Pemula
6 Apr 2025 | 183
Dalam era digital yang semakin berkembang, keberadaan bisnis online menjadi sangat penting. Namun, tidak sedikit pemula yang melakukan kesalahan dalam strategi branding online mereka. ...
Biaya Kuliah IPB: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Transfer
12 Apr 2025 | 203
Biaya kuliah IPB (Institut Pertanian Bogor) sering menjadi pertimbangan bagi para calon mahasiswa, terutama bagi mereka yang ingin melakukan transfer dari universitas lain. Mengingat IPB ...
Anies Baswedan dan Aktivitas Kemanusiaannya di Yordania
31 Jan 2026 | 140
Anies Baswedan kembali menarik perhatian publik melalui aktivitas kemanusiaannya di luar negeri. Pada awal tahun 2025, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut melakukan kunjungan kemanusiaan ...
Strategi yang Dilakukan dalam Menghadapi Persaingan dengan Kompetitor
27 Apr 2022 | 1693
Kompetitor merupakan satu atau beberapa pesaing bisnis yang memiliki produk barang dan jasa yang sama dengan bisnis Anda, Entah itu hanya satu, dua, atau bahkan ribuan. Di mana ...