

Klitoris menjadi salah satu bagian tubuh dari anatomi genital tubuh yang menetapkan seseorang menjadi perempuan ketika dilahirkan dan juga organ reproduksi wanita. Hampir sama dengan penis, klitoris merupakan salah satu organ ereksi, meskipun bagian ini terdapat di dalam dan tidak terlalu kelihatan secara langsung oleh mata.
Bagian klitoris ini memiliki banyak jaringan di dalamnya sehingga sangat mudah dirangsang hanya dengan menyentuhnya. Layaknya penis pria, klitoris juga bisa ereksi dan membesar. Namun, pembesaran itu tidak bisa terlalu kelihatan.
Bedanya, saraf yang ada di klitoris dua kali lebih banyak dibandingkan yang ada di penis. Jadi tidak heran kalau bagian ini sangat sensitif untuk wanita. Bagian ini yang membuat wanita bisa mendapatkan multiorgasme jika dimainkan dengan tepat.
Lalu, benarkah ukuran klitoris berbeda pada tiap wanita? Nah, untuk mengetahui hal tersebut tidak ada salahnya simak lebih banyak ulasannya. Seperti halnya Mr. P, ternyata ukuran klitoris wanita pada setiap individu wanita juga berbeda-beda. Namun lebih dari itu, secara internal klitoris memang berukuran lebih besar ketimbang penampakan dari luar.
Rata-rata ukuran klitoris adalah panjang 1,5 hingga 2 sentimeter dan lebar sekitar 1 sentimeter. Biasanya, wanita Asia memiliki ukuran klitoris lebih kecil ketimbang wanita dari Eropa, Amerika, dan Afrika. Menurut seorang Professor of Sexology di Pace University yakni Rebecca Chalker, Ph.D mengatakan, bahwa klitoris hampir serupa dengan penis. Klitoris akan memiliki bentuk yang berbeda-beda pada tiap wanita. Namun, Chalker menyebutkan bahwa ukuran klitoris tidak akan mempengaruhi kepuasaan seksual.
Semua tergantung dari cara penyampaian rangsangan dan bagaimana kamu bereaksi terhadap rangsangan. Semua wanita memiliki titik-titik rangsangannya sendiri, ada baiknya mendiskusikan kepada pasangan bagian mana yang ingin disentuh.
Pada klitoris, terdapat 8000 saraf yang membuat hampir 90 persen wanita yang mendapatkan orgasmenya dari rangsangan melalui klitoris dan bukan penetrasi. Bahkan menurut penelitian, hanya sekitar 25 hingga 35 persen saja wanita yang mengalami orgasme melalui penetrasi.
Selain faktor rangsangan, pertambahan usia dan mengalami menopause akan memberikan perubahan juga pada klitoris dalam hal warna dan ukuran, yaitu ukuran klitoris jadi membesar. Menurunnya kadar estrogen dan progesteron akan memengaruhi libido dan fungsi seksual. Jaringan Miss V akan menjadi lebih tipis dan terjadi penipisan jaringan di area sekitar klitoris mengurangi produksi pelumas alami, sehingga memberikan rasa sakit saat berhubungan intim.
Sama seperti jaringan tubuh yang lain, supaya tetap aktif, klitoris harus secara rutin diberikan rangsangan. Bila tidak diberikan rangsangan, klitoris bisa mengalami atrofi klitoris yaitu situasi ketika klitoris mengering bahkan menutup karena kekurangan aliran darah. Orgasme dapat memberikan percepatan aliran darah pada klitoris, sehingga membuat klitoris tetap sehat dan tidak mengering apalagi menciut.
Sama halnya seperti Miss V, klitoris sebagai bagian dari Miss V perlu dijaga kebersihannya. Mulai dari hal yang standar seperti membersihkan Miss V dari depan ke belakang, jangan menggunakan pembalut dengan bahan berpewangi, ganti pembalutmu empat jam sekali, ganti celana dalammu minimal dua kali sehari, dan konsumsi makanan sehat untuk menjaga kesehatan Miss V seperti :
Yoghurt adalah makanan probiotik yang dapat menurunkan risiko infeksi pada Miss V. Mengonsusmi yoghurt dapat menjaga keseimbangan pH alami pada Miss V.
Jus cranberry dapat mencegah dan meringankan infeksi saluran kemih. Baiknya konsumsi jus cranberry tanpa gula, supaya kamu dapat mengonsumsinya lebih banyak.
Tetap terhidrasi dapat menjaga aroma Miss V tetap normal dan tidak berbau. Makanan dapat memengaruhi perubahan aroma pada Miss V. Maka dari itu, minum air putih dapat menjaga aroma Miss V tetap netral.
Teh jahe dapat meringankan kram perut akibat menstruasi. Selain itu, teh jahe dapat mencegah infeksi pada Miss V melalui kandungan antibiotik alaminya.
Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar dapat menjaga keseimbangan pH alami dan aroma pada Miss V tetap netral. Sayuran yang baik untuk kesehatan Miss V adalah nanas, kedelai, ubi jalar, dan apel. Hindari makanan yang terlalu manis yang dapat membuat area Miss V lebih lembap ketimbang biasa.

Itulah hal-hal menarik seputar klitoris wanita dan cara menjaga kesehatan Miss V. Dan bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai berbagai artikel kesehatan lainnya maupun tips lain tentang seks, coba cari di Romanxa.id.
Pemilik UMKM Wajib Tahu: Begini Cara Pantau Bisnis agar Tidak Kalah Start
25 Apr 2025 | 184
Dalam dunia yang semakin kompetitif, pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dituntut untuk lebih proaktif dalam memantau perkembangan bisnis mereka. Strategi pantau bisnis kecil yang ...
Mengintip Gaya Hijab Kesukaan Cindy Caroline, Selebgram Jadi Mualaf pada Ramadan 2020
13 Mei 2020 | 1350
Selebgram Cindy Caroline jadi mualaf pada Ramadan 2020 ini. Ia umumkan berita itu melalui upload photo berhijabnya pada Sabtu, 9 Mei 2020 lalu. Cindy menulis, ...
Kumpulan Practice Test TOEFL Gratis Terbaru untuk Persiapan Maksimal
10 Apr 2026 | 128
Kumpulan practice test TOEFL gratis terbaru menjadi salah satu sumber belajar yang sangat penting bagi individu yang ingin mempersiapkan diri menghadapi ujian TOEFL secara optimal. TOEFL ...
Tak Dinyana Nonton Film Horor pun Ada Manfaat Kesehatannya Loh
6 Feb 2023 | 1099
Menonton film horor ternyata memiliki sensasi terbaik yang pernah ada. Mulai dari jantung yang berdegup kencang, otot menegang, berteriak, meloncat, ternyata banyak yang menyukai sensasi ...
Manfaat Virtual Office bagi Bisnis Anda
9 Des 2022 | 1210
Dalam tren dunia kerja saat ini, kantor virtual menempati salah satu posisi tertinggi yang banyak diminati. Di negara-negara maju, istilah virtual office sebenarnya sudah mulai ...
29 Des 2025 | 160
Dalam lanskap pemasaran digital modern, TikTok menjadi salah satu platform yang memiliki pengaruh besar terhadap cara brand berinteraksi dengan audiens. Popularitas TikTok tidak lepas dari ...