MU
Strategi Licik Jokowi: Pembagian Bansos Disesuaikan dengan Waktu Pilpres

Strategi Licik Jokowi: Pembagian Bansos Disesuaikan dengan Waktu Pilpres

1 Feb 2024
278x

Pada Jumat (25/1/2024), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa program bantuan sosial (bansos) akan dibagikan antara bulan Januari-Juni 2024. Ini sama saja dengan waktu pencoblosan pilpres (pemilihan presiden) pada bulan 14 Februari dan 26 Juni 2024. Jokowi menargetkan 18,8 juta orang sebagai penerima bansos dengan anggaran mencapai Rp 11,25 triliun. Keputusan ini menuai kontroversi di tengah publik, yang mengaitkannya dengan kepentingan politik Jokowi.

Pembagian bansos dengan disesuaikan waktu pencoblosan pilpres menimbulkan keraguan akan netralitas program tersebut. Banyak pihak yang menyatakan keraguan terhadap alasan pelaksanaan program bansos tersebut. 

Dalam konteks ini, para kritikus menuding bahwa Jokowi memanfaatkan moment pencoblosan pilpres untuk meraup dukungan politik. Keputusan tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi politik untuk memperkuat posisinya dan partainya dalam perebutan kekuasaan. Dengan memanfaatkan program bansos, Jokowi dianggap berusaha mempengaruhi opini publik dan meningkatkan popularitasnya di tengah masyarakat. Rakyat dan mahasiswa mulai muak dengan strategi licik Jokowi dalam mempertahankan kekuasaan.

Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) juga tidak mempunyai kewenangan apapun, seperti impoten jika berhadapan dengan kecurangan dari paslon 02. Bawaslu sebenarnya bisa dan mampu menegur presiden jika melakukan kecurangan dalam kampanye, apalagi menggunakan uang rakyat.

Selain itu, program bansos yang disesuaikan dengan waktu pencoblosan pilpres juga menimbulkan kekhawatiran akan adanya kecenderungan politisasi dalam penyaluran bantuan sosial. Hal ini dapat mengundang spekulasi bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk mempengaruhi pilihan politik masyarakat penerima bansos. Dikhawatirkan bahwa penyaluran bansos yang terkesan dipolitisasi ini dapat mengganggu prinsip netralitas dan keadilan dalam penyelenggaraan pilpres.

Terkait hal ini, publik juga mulai memperhatikan dinamika politik dalam pemerintahan terkait rencana kelanjutan kekuasaan Jokowi. Banyak rakyat yang menerima bansos tetapi dalam pilihan pilpresnya tidak ingin kekuasaan Jokowi berlanjut.

Dunia internasional sudah mengamati sejak adanya perumahan di MK (Mahakamah Konstitusi), yang meloloskan anaknya presiden untuk ikut konstentasi pilpres. Jurnalis luar negeri memberi julukan "Baby Nepo", yang artinya anak nepotisme. Hal ini membuat Indonesia jelek dimata luar negeri.

Langkah tersebut dianggap sebagai upaya Jokowi untuk mengamankan kekuasaan dan memastikan kelangsungan kebijakan-kebijakan yang telah dicanangkan selama kepemimpinannya. 

Dalam konteks ini, banyak pihak menunjukkan kekhawatiran akan penunjukan Gibran sebagai calon Wakil Presiden di samping Prabowo Subianto, sebagai contoh nyata dari praktik politik yang menjurus kepada nepotisme. Hal ini menimbulkan pertanyaan akan kesetiaan Jokowi terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan, serta kredibilitasnya sebagai pemimpin tanpa adanya praktik nepotisme.

Terlepas dari kontroversi dan spekulasi yang berkembang di sekitar langkah-langkah Jokowi terkait dengan pembagian bansos dan rencana penempatan Gibran sebagai cawapres Prabowo, penting bagi publik untuk tetap mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Membangun kesadaran politik dan menekankan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan harus tetap menjadi fokus utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Sebagai warga negara, partisipasi dalam pengawasan kebijakan pemerintah dan proses politik sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan politik semata.

Baca Juga:
5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Pandemi Corona

5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Pandemi Corona

Herbal      

17 Apr 2020 | 1393


Berartinya melindungi daya tahan tubuh ataupun kekebalan di sela-sela pandemi corona ini. Kekebalan dibentuk oleh tubuh selaku tameng atas virus ataupun bakteri jahat yang masuk ke dalam ...

Strategi Belajar SNBT Efektif: Teknik Fokus dan Manajemen Waktu

Strategi Belajar SNBT Efektif: Teknik Fokus dan Manajemen Waktu

Pendidikan      

8 Mei 2025 | 147


Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (SNBT) memerlukan perencanaan dan strategi yang matang. Mengingat betapa pentingnya ujian ini untuk menentukan masa depan pendidikan seseorang, ...

Jasa view dan subscriber

Subscriber Masih Sedikit? Gunakan Jasa Ini untuk Hasil Cepat

Tips      

20 Apr 2025 | 139


Dalam era digital saat ini, memiliki jumlah subscriber yang banyak di platform media sosial atau saluran YouTube merupakan impian banyak orang, terutama para konten kreator. Sebab, semakin ...

Keuntungan Melaksanakan Ibadah Umroh di Bulan Desember

Keuntungan Melaksanakan Ibadah Umroh di Bulan Desember

Tips      

24 Agu 2022 | 858


Setiap umat muslim tentunya memiliki keinginan untuk dapat pergi ke Tanah Suci menunaikan ibadah umroh. Ini karena umroh dapat dilaksanakan kapan saja. Pada umumnya jamaah dari ...

Soal Latihan dan Pembahasan Bahasa Inggris Pelajaran IPA

Soal Latihan dan Pembahasan Bahasa Inggris Pelajaran IPA

Pendidikan      

13 Maret 2025 | 165


Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, penguasaan bahasa Inggris menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan, terutama dalam konteks pendidikan. Bahasa Inggris pelajaran ...

Dapat Centang Biru Dengan Jasa Verifikasi Akun

Centang Biru, Simbol Kepercayaan di Dunia Digital

Tips      

10 Apr 2025 | 151


Di era digital saat ini, markas kehadiran online sangat penting, terutama bagi individu dan merek yang ingin membangun reputasi yang kuat. Salah satu simbol paling dikenal dalam konteks ini ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved