RajaKomen
Pendeta Rudolf Belajar Membunuh dari Internet

Pendeta Rudolf Belajar Membunuh dari Internet

24 Okt 2022
959x

Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan Ade Yunia Rizabani atau Icha (36) yang dilakukan oleh Christian Rudolf Tobing (36). Terkait aksi kejinya itu, Rudolf yang ternyata adalah seorang pendeta ini mengaku kepada polisi bahwa dia sempat mempelajari cara membunuh orang. Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan dalam pernyataannya bahwa Rudolf sempat mencari informasi cara membunuh orang tanpa bersuara di internet. Rudolf kemudian mempelajari hal itu selama tiga hari.

Pelaku men-searching lagi bagaimana cara membunuh orang supaya tidak bersuara. Itu dipelajari selama tiga hari. Cara tersebut yang akhirnya dipakai Rudolf dalam membunuh Icha di kamar apartemen daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Senin (17/10/2022) lalu. Icha kemudian tewas usai ditampar hingga dicekik oleh Rudolf.  Panjiyoga mengungkap cara itu sebenarnya upaya terakhir Rudolf dalam menghabisi nyawa korbannya. Sebenarnya Rudolf sempat berencana untuk menyewa pembunuh bayaran. Jasa itu (pembunuh bayaran) tidak jadi karena menurut keterangan pelaku itu tarifnya terlalu mahal dan pelaku tidak sanggup.

Dicekik

Terbaru, melalui penyelidikan,  polisi juga  berhasil mengungkap isi percakapan terakhirnya. Panjiyoga memberikan keterangan terkait kronologi detik-detik Rudolf kala membunuh  Icha. Menurut Panji, pelaku menargetkan calon korban berinisial H dengan cara menghubungi adiknya melalui salah satu media sosial hingga bertukar nomor. Pelaku mengatakan dirinya akan memberikan surprise ke calon korban H.

"Namun itu tidak ditanggapi oleh adik calon korban yang berinisial H, akhirnya pelaku mulai berpikir karena agak sulit dan harus bergeser ke target kedua yaitu yang berinisial I," ujar Panji dalam keterangan di Jakarta kemarin. Selanjutnya pelaku berhasil memperdaya korban berinisial I, lalu  pelaku yang menjemput korban di daerah Meruya dan berjalan menuju apartemen di wilayah Jakarta Pusat yang disewa selama 1 hari. Dalam perjalanan, pelaku membuat skenario terkait podcast rohani yang didalamnya akan ada sponsor kalung kesehatan.

Lebih lanjut, Panji menjelaskan korban menyetujui skenario podcast dan sponsor yang disampaikan pelaku. Dalam skenario tersebut, alur promosi kalung kesehatan itu dimulai saat Icha berperan sebagai korban penculikan dan diikat tangan hingga kakinya menggunakan kabel tis. "Itu disetujui korban, saat kaki dan tangan terikat, pelaku langsung berbicara dengan korban bahwa sebenarnya pelaku membohonginya," ucap Panji.

"Di situ, korban bertanya lagi kamu ada di kubu mana, saya atau H? Dijawab korban, ada di bagian kamu, selanjutnya pelaku berbicara dan meminta korban membantunya menghabisi nyawa H dengan cara memberikan sejumlah uang," ungkap Panji. Saat itu, pelaku kemudian mentransfer uang dari rekening korban sebanyak Rp19,5 juta. Rudolf juga menyuruh Icha menelepon keluarganya dan meminta transfer uang sebesar Rp10 juta.

Setelah menerima sejumlah uang, Rudolf justru kembali melakukan penganiayaan terhadap korban degan menampar korban dua kali hingga akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik. Kemudian setelah berhasil membunuh Icha, mayatnya dibungkus plastik dan dibuang ke kolong Tol Becakayu, Bekasi. Adapun guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku Rudolf dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sering Alami Kekerasan

Polisi mendapati fakta Rudolf sempat memiliki trauma aksi kekerasan saat masih kecil.  Panjiyoga mengatakan hal itu didapati usai pihaknya melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku.   "Sementara pelaku ini mempunyai trauma masa kecil. Pelaku sering dipukuli almarhum orang tua dan punya emosi yang meledak-meledak," kata Panji.

Panjiyoga mengatakan pengakuan tersebut membuat fakta baru dalam pengungkapan kasus pembunuhan wanita berinisial AYR.  Sebab, psikologi mendapati adanya trauma terhadap pelaku pembunuhan dan pembuangan mayat wanita itu.   Diketahui, rekaman CCTV pembunuh seorang wanita yang jasadnya dibuang di kolong Tol Becak Kayu, Pondok Gede, Kota Bekasi viral pada sejumlah akun media sosial.

Dalam video tersebut sosok pembunuh yang diketahui berinsial Rudolf terekam mendorong troli berisikan mayat wanita yang dibungkus dengan plastik hitam.   Bahkan, pelaku dengan santainya mendorong troli memasuki lift pada sebuah aparten di kawasan Jakarta dan sempat melempar senyuman kepada sejumlah penghuni.

Baca Juga:
Motorola Razr 2020, Smartphone Lipat Generasi Baru Segera Dirilis

Motorola Razr 2020, Smartphone Lipat Generasi Baru Segera Dirilis

Gadget      

26 Mei 2020 | 1435


Motorola Razr adalah salah satu ponsel pintar lipat yang banyak memikat perhatian di tahun 2019 lalu. Sekarang berita baru mengatakan jika Motorola berencana memberitahukan generasi terkini ...

AI dan Teknologi dalam Dunia Bisnis: Apakah AI Bisa Membantu UMKM Bertahan di Era Digital?

AI dan Teknologi dalam Dunia Bisnis: Apakah AI Bisa Membantu UMKM Bertahan di Era Digital?

Tips      

27 Maret 2025 | 165


Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI dan teknologi dalam dunia bisnis telah mengubah cara perusahaan beroperasi. Tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga Usaha Mikro Kecil ...

Mempersiapkan Ujian dengan Tryout Online Bahasa Indonesia Narasi

Mempersiapkan Ujian dengan Tryout Online Bahasa Indonesia Narasi

Pendidikan      

12 Jun 2025 | 159


Menghadapi ujian adalah momen yang penuh tantangan bagi siswa. Salah satu cara efektif untuk mempersiapkan diri adalah dengan melakukan tryout. Dalam hal ini, tryout online bahasa Indonesia ...

Panduan Email Marketing Efektif untuk Mendukung SEO di Tahun 2026

Panduan Email Marketing Efektif untuk Mendukung SEO di Tahun 2026

Tips      

25 Feb 2026 | 105


Perubahan lanskap digital yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk memiliki strategi distribusi konten yang adaptif. Panduan email marketing efektif untuk mendukung SEO di tahun 2026 ...

Google

Homeschooling dan Bimbel Online: Kombinasi Ideal untuk Pendidikan Berkualitas

Pendidikan      

19 Maret 2025 | 188


Di era digital saat ini, pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas tradisional. Salah satu alternatif yang semakin populer adalah bimbel online homeschooling, di mana anak-anak ...

Meningkatkan Persiapan dengan Tryout Online TPA Numerik

Meningkatkan Persiapan dengan Tryout Online TPA Numerik

Pendidikan      

9 Jun 2025 | 153


Dalam menghadapi ujian yang kompetitif, seperti ujian seleksi untuk perguruan tinggi atau instansi pemerintahan, persiapan yang matang menjadi kunci untuk meraih hasil yang diinginkan. ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved