RajaKomen
Menyimak Evaluasi Sutiyoso tentang Emosional Prabowo, Anies Baswedan Lebih Kalem

Menyimak Evaluasi Sutiyoso tentang Emosional Prabowo, Anies Baswedan Lebih Kalem

9 Feb 2024
316x

Masih ingatkah bagaimana Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, telah mempublikasikan analisis terbaru melalui akun media sosial X? Fokus dari telaah ini adalah pada percakapan yang terjadi di X terkait ketiga calon presiden RI: Anies, Prabowo, dan Ganjar mulai dari tanggal 3 Februari pukul 00.00 WIB hingga 4 Februari pukul 11.59 WIB. 

Disebutkan bahwa Anies dan Prabowo saling bersaing sebagai calon presiden yang paling banyak disebut dalam X, meskipun demikian Anies masih memimpin. Disebutkan, terdapat 47.613 kali penyebutan tentang Anies di platform yang dahulu dikenal sebagai Twitter ini. Sedangkan Prabowo di-mention sebanyak 44.533 kali. Dalam telaah ini, Ganjar adalah calon presiden yang paling sedikit dibicarakan di X, dengan hanya 28.491 kali penyebutan. 

Kabar baiknya, Mayoritas percakapan tentang Anies cenderung positif, mencapai 90%. Di sisi lain, mayoritas percakapan tentang Prabowo didominasi oleh sentimen negatif, yakni sebanyak 63%. 

Wakil Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Sutiyoso, mengatakan bahwa Prabowo Subianto tampil dalam keadaan emosional selama debat calon presiden pada hari Minggu (7/1/2024), sehingga tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Menurut Sutiyoso, penampilan Prabowo di debat tersebut dinilai kurang memuaskan. 

Tentunya tak perlu diperdebatkan karena banyak mata yang menyimak debat saat itu. Selama debat berlangsung, memang banyak yang mengomentari perdebatan antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo ke Prabowo Subianto. 

Begitulah debat, jika berkomitmen mengikuti “lomba debat”, tak ada yang namanya baper. Sisi emosional Prabowo muncul ketika debat saat itu. Walaupun pada debat terakhir emosi Prabowo tak seterpancing seperti saat debat sebelumnya, kesan yang dilihat netizen sebelumnya sudah sangat mendalam. Jejak digital pun tak bisa berbohong. Siapapun bisa kembali melihat seperti apa emosionalnya Prabowo saat berdebat di bulan Januari itu. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa definisi DEBAT adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. 

Tergantung bagaimana kepiawaian dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, bukannya baper karena menganggap “pertanyaan terlalu personal”. Justru sebenarnya kepiawaian dalam beretorika seorang calon pemimpin negara ini bisa dinilai dari debat tersebut.  

Jika menghadapi serangan dari lawan debat di atas panggung saja tidak bisa, bagaimana bisa menghadapi tantangan yang lebih besar dari negara-negara lain? Apakah akan ditanggapi dengan emosional, memplesetkan OMON-OMON, ngomong di depan para pendukungnya dengan mengeluarkan kata “GOBLOK”, atau membuat video yang emosional? 

"Dia (Anies) selalu mempersiapkan dirinya dengan baik karena kami telah merencanakannya secara matang. Dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah yang dihadapi, dan dia menyampaikannya dengan cara yang substansial dan teratur, menggunakan kalimat-kalimat yang terstruktur dengan baik sehingga mudah dipahami," ungkap Sutiyoso dalam acara "Sapa Indonesia Pagi" di Kompas TV pada hari Senin (8/1/2024). 

"Sama halnya dengan 03 (Ganjar), saya kaget karena ternyata dia menguasai materi dengan baik. Ekspektasi kita yang salah semalam adalah terhadap 02 (Prabowo), kami mengira dia akan tampil dengan luar biasa, namun ternyata sebaliknya," tambah Sutiyoso lagi. 

Tak bisa dipungkiri, rekam jejak siapapun, sekali pun pemimpin sangat mudah ditemukan saat ini. Rekam jejak yang berderet tak bisa berdusta. Netizen takkan melupakan bagaimana cara Prabowo menarik jaket Menteri Bahlil dengan kasar saat Debat Cawapres Desember lalu. Melihat ini saja bisa dinilai Prabowo tak menghargai Menter Bahlil, bukan? Siapa yang mau dipimpin oleh seseorang yang berkarakter kasar? 

Jangan berlindung di balik excuse bahwa “pemimpin adalah manusia biasa”. Justru pemimpin memiliki kelebihan dibandingkan orang biasa maka dia harus memiliki kemampuan untuk memimpin dirinya sendiri, termasuk dalam mengekspresikan keadaan emosinya. Bukankah etika umum di negeri ini mengajarkan siapapun harus memiliki etika dalam bersikap, bertata krama, dan dalam mengekspresikan emosinya? 

Berita Terkait
Baca Juga:
Passing Grade Fakultas di ITB: Persiapan Mental dan Fisik Menghadapi Ujian

Passing Grade Fakultas di ITB: Persiapan Mental dan Fisik Menghadapi Ujian

Pendidikan      

23 Apr 2025 | 215


Menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, khususnya Institut Teknologi Bandung (ITB), merupakan salah satu tantangan terbesar bagi banyak siswa. Passing grade fakultas di ITB menjadi acuan ...

Media Monitoring

Mengidentifikasi Risiko Reputasi Sejak Dini melalui Studi Media Monitoring

Gadget      

20 Maret 2025 | 251


Di era digital saat ini, reputasi sebuah organisasi atau individu dapat dengan cepat terpengaruhi oleh berbagai informasi yang beredar di media. Dengan begitu banyak platform media sosial ...

Growth Hacking Marketing Jalan Pintas Menuju Kesuksesan

Growth Hacking Marketing Jalan Pintas Menuju Kesuksesan

Pendidikan      

16 Jun 2024 | 312


Dalam era digital, pemasaran telah mengalami perubahan signifikan. Pemasar tidak lagi bergantung pada metode konvensional seperti iklan televisi atau iklan cetak. Seiring dengan ...

TikTok

Jasa Followers TikTok Cepat dan Berkualitas Hanya di Rajakomen.com: Solusi Terbaik untuk Meningkatkan Popularitas Akun Anda

Tips      

18 Mei 2025 | 176


Dalam era digital yang semakin maju, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Salah satu platform yang sedang naik daun adalah TikTok. Dengan jutaan pengguna ...

Profil Adang Daradjatun (PKS) Daerah Pemilihan DKI Jakarta III

Mengenal Adang Daradjatun, Wakil Rakyat PKS dari Jakarta Timur yang Penuh Pengalaman

Politik      

12 Jun 2025 | 191


Profil Adang Daradjatun (PKS) Daerah Pemilihan DKI Jakarta III merupakan topik yang penting untuk dibahas, terutama menjelang pemilihan yang akan datang. Adang Daradjatun adalah salah satu ...

Jasa vote real

Fakta ataukah Fatamorgana? Mengungkap Kebenaran di Balik Jasa Vote "Real" yang Bikin Penasaran

Tips      

25 Apr 2025 | 179


Dalam era digital saat ini, kita sering kali dihadapkan pada berbagai tawaran menarik, termasuk jasa vote yang menjanjikan hasil yang cepat dan efisien. Salah satu yang saat ini banyak ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved