

Kanker hati adalah jenis kanker paling mematikan nomor dua di dunia. Sejumlah negara di Asia tercatat memiliki angka-angka penderita kanker hati terbesar di seluruh dunia. Tingginya angka penderita kanker hati dipicu jumlah penderita Hepatitis B carrier.
Penderita Hepatitis B carrier memiliki kemungkinan 100 kali lipat lebih tinggi akan menderita penyakit kanker hati dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi. Lalu, bagaimana cara mengatasi penyakit kanker hati? Teknologi kedokteran yang semakin modern dan canggih menyuguhkan ragam pilihan untuk mengatasi penyakit kanker hati primer.
Di antaranya meliputi metode operasi dan non operasi, termasuk penggunaan terapi radiasi. Tersedia berbagai pilihan perawatan untuk mengobati Kanker Hati yang tujuannya untuk menyembuhkan atau perawatan paliatif yang bertujuan meningkatkan kualitas dan memperpanjang daya hidup pasien.
Pada stadium awal, jika jumlahnya masih sedikit dan ukurannya masih cukup kecil, maka pasien kanker hati bisa disembuhkan dengan tindakan operasi reseksi liver.Jika kanker hati sudah berada pada stadium lanjut dan diikuti sirosis hati, maka transplantasi hati akan memberikan kemungkinan pemusnahan kanker hati primer dan bagian liver yang terkena sirosis hati.
Transplantasi hati merupakan tindakan medis multidisiplin. Saat ini di Gleneagles Hospital Singapura, tingkat kesuksesannya mencapai 90-95%. Selain itu, kanker hati bisa mendapatkan perawatan non operasi. Di antaranya; Embolisasi Transarterial (TACE) yang melibatkan injeksi langsung obat ke dalam kanker melalui arteri hepatika yang dapat mengontrol atau bahkan menyusutkan tumor. Terapi lainnya Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) yaitu memberikan radiasi langsung ke tumor.
Selanjutnya terapi Radio-Frequency Ablasi (RFA) yaitu memberikan panas ekstrim yang dihasilkan listrik untuk menghancurkan sel-sel kanker. Kenyataan yang umum terjadi adalah kanker hati pada tahap awal kerap muncul tanpa gejala. Penemuan kanker pada tahap awal memungkinkan operasi kuratif dilakukan.
Namun, pengobatan lain selain operasi tetap mungkin dapat mengendalikan penyakit dan menawarkan pasien kualitas hidup yang lebih baik. Minimnya gejala yang menonjol di tahap awal kanker hati menjadikan pemeriksaan kesehatan rutin merupakan metode yang paling direkomendasikan. Pemeriksaan dini ini dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker hati dan penyakit hati lainnya untuk mendapatkan prognosis yang positif.
Krisis Komunikasi vs. Manajemen Media: Strategi Mengatasinya
8 Maret 2025 | 190
Dalam era digital yang semakin maju, isu krisis komunikasi menjadi semakin kompleks dan menuntut keahlian khusus dalam manajemen media. Penggunaan media monitoring untuk krisis komunikasi ...
Cara Membuat Branding yang Luar Biasa untuk Merk HP di Indonesia
13 Jul 2024 | 305
Branding merupakan hal yang sangat penting dalam memasarkan produk di pasar, termasuk dalam industri teknologi seperti merk HP. Di Indonesia, persaingan pasar teknologi semakin ketat, ...
Rahasia Lulus PTN: Cara Lolos Seleksi Universitas Negeri 2026 dengan Nilai Rapor Stabil
18 Maret 2025 | 279
Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) menjadi salah satu cara utama bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tahun 2026 akan menjadi momen ...
Tryout Online BUMN TIU: Mempersiapkan Diri untuk Masa Depan yang Cemerlang
3 Jun 2025 | 189
Di era digital ini, persiapan menghadapi berbagai ujian menjadi lebih mudah dengan adanya berbagai platform pendidikan. Salah satunya adalah tryout online BUMN TIU yang kini semakin ...
15 Jan 2026 | 95
Rina selalu bermimpi menjadi seorang guru bahasa Inggris yang profesional dan mampu bersaing di dunia global. Namun, ia ingin lebih dari sekadar menguasai bahasa; ia ingin mendapatkan ...
Tips Memilih Metode Tryout Online untuk Persiapan Fakultas Kedokteran Secara Optimal
19 Feb 2026 | 82
Persiapan masuk Fakultas Kedokteran menuntut calon mahasiswa untuk memiliki strategi belajar yang tepat. Salah satu komponen penting adalah memilih metode tryout online yang sesuai agar ...