rajatv
pesantren Al Masoem

5 Hal yang Menjadi Alasan, Kenapa Anak Jaman Sekarang Seperti Kurang Beradab

22 Feb 2024
1144x

Anak jaman sekarang identik dengan generasi yang kurang beradab. Bukan berarti semua anak jaman sekarang tidak beradab tapi rata rata seperti yang kita lihat di media sosial anak jaman sekarang itu kurang memiliki adab. Dari komentar dengan bahasa yang naudzubilah, bahasa sehari hari yang jauh dari kata terdidik, percakapan dengan teman satu team dalam sebuah game yang subhanallah sekali. Istilah pendidikan merubah adab itu seakan kurang mempan pada anak jaman sekarang. Diberi pendidikan yang keras malah membuat laporan ke polisi dengan dakwaan kekerasan terhadap anak dibawah umur, padahal era kita sebagai orang tua jauh lebih terjal tapi memiliki adab yang relatif baik. Setidaknya kita merasa takut kepada orang yang lebih tua termasuk guru.

5 Hal yang Menjadi Alasan, Kenapa Anak Jaman Sekarang Seperti Kurang Beradab

Kami tidak mengatakan semua anak jaman sekarang tidak beradab tapi dari berbagai macam platform media sosial seperti Instagram, Tiktok, bahkan Twitter dan Facebook bahasa anak generasi sekarang itu tidak lebih tidak kurang seperti penuh dengan kebun binatang. Memang betul setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan menilai seluruh individu berdasarkan kategori yang luas dapat mengaburkan realita yang kompleks.

Namun, jika Anda ingin memahami persepsi tentang kurangnya adab kepada sebagian anak muda, berikut beberapa faktor yang mungkin berpengaruh:

1. Perbedaan Perspektif:

Apa yang dianggap sebagai perilaku sopan santun atau "adab" bisa berbeda antar waktu, tempat, dan budaya. Hal yang dipandang tidak sopan di satu budaya mungkin dianggap normal di budaya lain. Sebagai contoh paling mudah adalah adab di Saudi Arabia ketika seorang bersendawa di depan hidangan yang sudah dia makan adalah hal yang bagus karena itu menganggap bahwa konsumen merasa kenyang dengan makanan yang dibelinya, berbeda dengan di Indonesia yang dimana hal seperti itu dianggap tabu bahkan kurang sopan. Begitu juga dengan adab dan etika yang dilakukan anak anak jaman sekarang, yang mungkin dimana mereka anggap itu adalah hal yang sudah sopan padahal dimata kita para generasi milenial dan generasi X adalah hal yang kurang sopan. Karena perbedaan generasi ini dan generasi yang berbeda mungkin memiliki ekspektasi yang berbeda tentang perilaku yang pantas. Apa yang Anda anggap kurang sopan mungkin dipandang berbeda oleh generasi muda.

2. Pengaruh Sosial dan Media:

Anak muda seringkali terpengaruh oleh lingkungan sekitar, termasuk media sosial, teman sebaya, dan figur publik. Paparan konten yang kurang mengedepankan nilai-nilai kesopanan bisa mempengaruhi perilaku mereka. Bahkan diera pesatnya teknologi dan informasi ini juga membuat anak anak zaman sekarang sangat mudah untuk bisa dipengaruhi oleh teknologi, bahkan tren trending di media sosial seperti tikotok. Kurangnya interaksi tatap muka yang mendalam di era digital mungkin bisa mengurangi kesempatan anak muda untuk belajar dan mempraktikkan perilaku sopan santun secara langsung.

3. Perubahan Struktur Keluarga dan Komunitas:

Pola asuh anak dan struktur keluarga dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan nilai-nilai. Perubahan struktur keluarga dan komunitas bisa berdampak pada cara anak muda belajar mengenai sopan santun. Pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat secara luas juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku anak muda.

4. Fokus Individualisme dan Pencapaian:

Dalam masyarakat yang cenderung individualistis dan menekankan pencapaian, nilai-nilai seperti kepedulian dan kesopanan terkadang dikesampingkan. Ini yang membuat empati anak jaman sekarang disangka kurang, padahal empati itu pasti mereka rasakan tapi mereka lebih fokus pada diri mereka sendiri tanpa mementingkan hati dan nurani orang lain. Ditambah juga dengan tekanan untuk sukses dan kompetitif bisa mendorong anak muda untuk mengutamakan diri sendiri dan kurang memperhatikan kepentingan orang lain. Ini yang berakibat anak generasi sekarang seperti tidak memiliki etika dan kurang beradab. Meskipun tidak semuanya begitu.

5. Kurangnya Keteladanan:

Anak muda belajar melalui pengamatan dan peniruan. Kurangnya keteladanan dari orang dewasa maupun figur publik bisa berdampak pada perilaku mereka. Makna penting bagi orang tua untuk bisa menjadi teladan yang baik bagi putra putrinya. Betul akhirnya semua dikembalikan kepada orang tua. Karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak anaknya.

Selain lima hal itu ada juga tiga hal yang penting diingat bagi orang tua seperti :

  • Generalisasi negatif tentang seluruh generasi tidak adil dan tidak akurat. Ada banyak anak muda yang memiliki adab dan berperilaku sopan santun. Jadi jika ada yang bicara semua generasi Z atau generasi lainnya kurang beradab itu salah, mungkin memang ada tapi tidak semuanya seperti demikian. 
  • Memahami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perilaku anak muda dapat membantu membangun komunikasi yang lebih konstruktif dan mencari solusi yang tepat terutama untuk orang tua dan guru.
  • Fokuslah pada penguatan nilai-nilai positif, bukan hanya membandingkan generasi dan menyalahkan satu pihak saja.

Mendorong peningkatan adab pada anak muda memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk orang tua, guru, komunitas, dan masyarakat luas.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Persiapkan Diri Anda dengan Tryout Online PPPK Pedagogik

Persiapkan Diri Anda dengan Tryout Online PPPK Pedagogik

Pendidikan      

4 Jun 2025 | 79


Dalam menghadapi Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), persiapan yang matang sangat diperlukan. Salah satu cara yang efektif untuk mempersiapkan diri adalah dengan ...

Gunakan Perawatan Kulit Berjerawat Menggunakan Buah-buahan Ini

Gunakan Perawatan Kulit Berjerawat Menggunakan Buah-buahan Ini

Kecantikan      

7 Mei 2021 | 1060


Munculnya jerawat pada wajah terlebih jika dalam jumlah yang banyak akan sangat mengganggu penampilan dan tidak jarang membuat orang menjadi stress. Jerawat memang menjadi masalah serius ...

pesantren modern di bandung

Peserta KPAM 2025 Capai 762 Orang, Al Masoem Siap Cetak Generasi Tangguh Sejak Hari Pertama

Pendidikan      

14 Jul 2025 | 107


Suasana pagi di Dome Al Masoem terasa istimewa. Ratusan siswa baru berkumpul bersama orang tua mereka, bersiap mengikuti kegiatan Konvergensi Perilaku Model Al Masoem (KPAM) dan ...

jasa tambah followers organik

Rahasia Tersembunyi: Bongkar Taktik Jitu Tambah Ribuan Follower Organik Tanpa Bikin Kantong Jebol!

Tips      

22 Apr 2025 | 104


Dalam era digital yang semakin berkembang, memiliki jumlah followers yang banyak di media sosial menjadi salah satu indikator penting bagi individu atau brand. Tak jarang orang ...

jasa daftar akun media sosial

Capek Bikin Akun Satu-Satu? Ini Jurus Rahasia Jasa Daftar Akun Medsos Bikin Semua Beres dalam Sekejap!

Tips      

26 Apr 2025 | 96


Saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari Facebook, Instagram, Twitter, sampai TikTok, keberadaan platform-platform ini membantu kita ...

Google

Rahasia Lulus PTN: Cara Lolos Seleksi Universitas Negeri 2026 dengan Nilai Rapor Stabil

     

18 Maret 2025 | 153


Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) menjadi salah satu cara utama bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tahun 2026 akan menjadi momen ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved