RajaKomen
pesantren Al Masoem

5 Hal yang Menjadi Alasan, Kenapa Anak Jaman Sekarang Seperti Kurang Beradab

22 Feb 2024
1317x

Anak jaman sekarang identik dengan generasi yang kurang beradab. Bukan berarti semua anak jaman sekarang tidak beradab tapi rata rata seperti yang kita lihat di media sosial anak jaman sekarang itu kurang memiliki adab. Dari komentar dengan bahasa yang naudzubilah, bahasa sehari hari yang jauh dari kata terdidik, percakapan dengan teman satu team dalam sebuah game yang subhanallah sekali. Istilah pendidikan merubah adab itu seakan kurang mempan pada anak jaman sekarang. Diberi pendidikan yang keras malah membuat laporan ke polisi dengan dakwaan kekerasan terhadap anak dibawah umur, padahal era kita sebagai orang tua jauh lebih terjal tapi memiliki adab yang relatif baik. Setidaknya kita merasa takut kepada orang yang lebih tua termasuk guru.

5 Hal yang Menjadi Alasan, Kenapa Anak Jaman Sekarang Seperti Kurang Beradab

Kami tidak mengatakan semua anak jaman sekarang tidak beradab tapi dari berbagai macam platform media sosial seperti Instagram, Tiktok, bahkan Twitter dan Facebook bahasa anak generasi sekarang itu tidak lebih tidak kurang seperti penuh dengan kebun binatang. Memang betul setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan menilai seluruh individu berdasarkan kategori yang luas dapat mengaburkan realita yang kompleks.

Namun, jika Anda ingin memahami persepsi tentang kurangnya adab kepada sebagian anak muda, berikut beberapa faktor yang mungkin berpengaruh:

1. Perbedaan Perspektif:

Apa yang dianggap sebagai perilaku sopan santun atau "adab" bisa berbeda antar waktu, tempat, dan budaya. Hal yang dipandang tidak sopan di satu budaya mungkin dianggap normal di budaya lain. Sebagai contoh paling mudah adalah adab di Saudi Arabia ketika seorang bersendawa di depan hidangan yang sudah dia makan adalah hal yang bagus karena itu menganggap bahwa konsumen merasa kenyang dengan makanan yang dibelinya, berbeda dengan di Indonesia yang dimana hal seperti itu dianggap tabu bahkan kurang sopan. Begitu juga dengan adab dan etika yang dilakukan anak anak jaman sekarang, yang mungkin dimana mereka anggap itu adalah hal yang sudah sopan padahal dimata kita para generasi milenial dan generasi X adalah hal yang kurang sopan. Karena perbedaan generasi ini dan generasi yang berbeda mungkin memiliki ekspektasi yang berbeda tentang perilaku yang pantas. Apa yang Anda anggap kurang sopan mungkin dipandang berbeda oleh generasi muda.

2. Pengaruh Sosial dan Media:

Anak muda seringkali terpengaruh oleh lingkungan sekitar, termasuk media sosial, teman sebaya, dan figur publik. Paparan konten yang kurang mengedepankan nilai-nilai kesopanan bisa mempengaruhi perilaku mereka. Bahkan diera pesatnya teknologi dan informasi ini juga membuat anak anak zaman sekarang sangat mudah untuk bisa dipengaruhi oleh teknologi, bahkan tren trending di media sosial seperti tikotok. Kurangnya interaksi tatap muka yang mendalam di era digital mungkin bisa mengurangi kesempatan anak muda untuk belajar dan mempraktikkan perilaku sopan santun secara langsung.

3. Perubahan Struktur Keluarga dan Komunitas:

Pola asuh anak dan struktur keluarga dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan nilai-nilai. Perubahan struktur keluarga dan komunitas bisa berdampak pada cara anak muda belajar mengenai sopan santun. Pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat secara luas juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku anak muda.

4. Fokus Individualisme dan Pencapaian:

Dalam masyarakat yang cenderung individualistis dan menekankan pencapaian, nilai-nilai seperti kepedulian dan kesopanan terkadang dikesampingkan. Ini yang membuat empati anak jaman sekarang disangka kurang, padahal empati itu pasti mereka rasakan tapi mereka lebih fokus pada diri mereka sendiri tanpa mementingkan hati dan nurani orang lain. Ditambah juga dengan tekanan untuk sukses dan kompetitif bisa mendorong anak muda untuk mengutamakan diri sendiri dan kurang memperhatikan kepentingan orang lain. Ini yang berakibat anak generasi sekarang seperti tidak memiliki etika dan kurang beradab. Meskipun tidak semuanya begitu.

5. Kurangnya Keteladanan:

Anak muda belajar melalui pengamatan dan peniruan. Kurangnya keteladanan dari orang dewasa maupun figur publik bisa berdampak pada perilaku mereka. Makna penting bagi orang tua untuk bisa menjadi teladan yang baik bagi putra putrinya. Betul akhirnya semua dikembalikan kepada orang tua. Karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak anaknya.

Selain lima hal itu ada juga tiga hal yang penting diingat bagi orang tua seperti :

  • Generalisasi negatif tentang seluruh generasi tidak adil dan tidak akurat. Ada banyak anak muda yang memiliki adab dan berperilaku sopan santun. Jadi jika ada yang bicara semua generasi Z atau generasi lainnya kurang beradab itu salah, mungkin memang ada tapi tidak semuanya seperti demikian. 
  • Memahami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perilaku anak muda dapat membantu membangun komunikasi yang lebih konstruktif dan mencari solusi yang tepat terutama untuk orang tua dan guru.
  • Fokuslah pada penguatan nilai-nilai positif, bukan hanya membandingkan generasi dan menyalahkan satu pihak saja.

Mendorong peningkatan adab pada anak muda memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk orang tua, guru, komunitas, dan masyarakat luas.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Lakukan Rutinitas Berikut Ini Untuk Menghilangkan Kebiasaan Menunda-Nunda

Lakukan Rutinitas Berikut Ini Untuk Menghilangkan Kebiasaan Menunda-Nunda

Tips      

29 Des 2021 | 893


Menunda-nunda pekerjaan sama dengan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Selain itu, menunda merupakan kebiasaan buruk jika dilakukan terus-menerus. Menunda-nunda dapat membuat ...

STAN

Lengkap! Ini Syarat Administratif Masuk STAN Tahun 2026

Pendidikan      

24 Apr 2025 | 353


Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang banyak diminati oleh calon mahasiswa. Pada tahun 2026, pendaftaran untuk STAN sudah semakin ...

Agribisnis S1_image

Maukah Kuliah S1 Agribisnis Gratis Seratus Persen Lewat Jalur Beasiswa Rektor Kuota Terbatas Gelombang Pertama

Pendidikan      

16 Maret 2026 | 37


Masoem University kini menghadirkan peluang emas bagi Anda untuk menempuh pendidikan tinggi melalui program Agribisnis S1 yang sangat krusial guna menjawab tantangan ketahanan pangan ...

Reputasi

Reputasi Digital Sekolah dan Kampus sebagai Faktor Penentu Penerimaan Siswa Baru

Tips      

30 Apr 2025 | 146


Dalam era digital yang semakin maju, reputasi online dalam dunia pendidikan menjadi faktor penentu yang sangat vital bagi sekolah dan kampus dalam menarik calon siswa baru. Tidak bisa ...

Ide Konten TikTok Tanpa Wajah Dapat Banyak Followers

Ide Konten TikTok Tanpa Wajah Dapat Banyak Followers

Tips      

13 Jul 2024 | 286


TikTok telah menjadi platform yang sangat populer di kalangan pengguna media sosial, terutama di kalangan anak muda. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif setiap bulannya, TikTok ...

Hal-Hal Penting dalam Dunia Blogging yang Sering Diabaikan

Hal-Hal Penting dalam Dunia Blogging yang Sering Diabaikan

Pendidikan      

16 Jun 2024 | 284


Blogging telah menjadi salah satu bentuk paling populer dari ekspresi online. Seiring dengan pertumbuhan pesat dunia digital, semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi blogger dan ...

Copyright © Tolonglah.com 2018 - All rights reserved