Breaking
OpenAI announces GPT-5 release window for early 2025... • New smartphone processors reach record-breaking clock speeds... • SpaceX successfully launches next-gen satellite array... • Global semiconductor shortage finally eases as production triples...
Kuliner / Article

Pengaruh Kolonialisme terhadap Kuliner Indonesia Masa Kini

Editor
Editor
calendar_today Mei 30, 2022
schedule 4 tahun
649ad8e59c7e6ba4.jpg

Kolonialisme adalah suatu upaya penguasaan kekuasaan oleh suatu negara dengan tujuan merebut negara tersebut. Belanda menjajah Indonesia sekitar 3,5 abad. Meninggalkan jejak dan dampak yang masih melekat sampai saat ini. Sepanjang catatan sejarah kolonialisme Belanda tidak hanya menjajah secara fisik, namun juga secara politis, sosial dan kultural dalam kehidupan masyarakat.

Hubungan kolonialisme dalam kuliner di Indonesia dikarenakan pengaruh hegemoni dalam kolonialisme masa lalu yang mewariskan cermin kearah dunia yang berkelas. Pada masa itu bangsa Belanda dengan kejam melakukan culturestetsel atau Tanam Paksa dan banyak mengorbankan jiwa. Hal tersebut berpengaruh terhadap kuliner yang berkembang pada masa itu. Salah satu kuliner peninggalan bangsa Belanda adalah kuliner smoor.

Kuliner tersebut berasal dari Belanda dan disebut dengan istilah stomerijj. Kemudian berganti menjadi kata smoor, dikarenakan pada masa penjajahan kolonial para pekerja Indonesia saat itu mendengar kata smoor saja sehingga kata tersebut berubah menjadi kata Semur. Menurut KBBI, Semur adalah masakan (daging, ayam, hati, jengkol) berkuah yang dibumbui lada, kecap, dan sebagainya.

Dari penggambaran diatas terlihat kuliner peninggalan Belanda saat itu berpengaruh dan masih eksis melihat banyaknya permintaan masyarakat terkait kuliner tersebut. Hingga saat ini meski negara Indonesia sudah pada masa modern masih banyak masyarakat yang merasakan kuliner Smoor. Hal tersebut terlihat pada kuliner Smoor yang mempunyai cita rasa khas. Berbeda dengan Smoor Belanda, Smoor Indonesia lebih berwarna gelap dengan isian kentang, telor, tahu dan tempe. Bahkan menjadi menu wajib pada saat hari raya.

Dari uraian diatas, maka terlihat jelas bahwa kolonial Belanda sangat mempengaruhi sosikultur bangsa ini utamanya dalam hal kuliner. Selain itu, hal tersebut juga membawa dampak positif bagi masyarakat karena masyarakat dapat merasakan nikmatnya kuliner pada masa kolonial belanda. Berkenaan dengan hal tersebut, kita sebagai generasi muda perlu untuk saling melestarikan kuliner-kuliner yang ada di Indonesia serta mempromosikan kuliner Indonesia ke dunia luar.
 

Share this article:

Recommended For You

Tips Menyimpan Kue Kering Lebaran Supaya Tidak Gampang Berjamur Kuliner

Tips Menyimpan Kue Kering Lebaran Supaya Tidak Gampang Berjamur

Mei 25, 2020
Resep Tumis Daging Saikoro Jamur untuk  Berbuka Puasa Kuliner

Resep Tumis Daging Saikoro Jamur untuk Berbuka Puasa

Mei 17, 2020
Kuliner di Indonesia yang Semakin Langka Kuliner

Kuliner di Indonesia yang Semakin Langka

Jun 16, 2020