Kue kering seperti lidah kucing, putri salju, kastenjel sampai nastar umumnya tidak segera habis di Hari Raya Idul Fitri. Kue itu barangkali saja baru habis dimakan sesudah satu bulan Lebaran. Supaya kue itu tidak gampang berjamur, ada beberapa cara yang dianjurkan juru masak ataupun chef. Antara lain pada pemilihan tepung.
Chef menganjurkan untuk menggunakan tepung yang dikemas dan mempunyai merk pada kue kering Anda. Demikian pula dengan mentega ataupun margarin, alangkah baiknya pilih yang dikemas, jangan yang curah.
Disamping itu, lihat pula tempat penyimpanan sesudah kue matang. Alangkah baiknya taruh beberapa kue di kulkas ataupun lemari es biar tahan lama sampai Idul Adha nanti. Sesudah matang taruh beberapa nastar ataupun kue Lebaran di kulkas biar tahan lama sampai Lebaran Haji.
Disamping memperhatikan cara menyimpannya supaya tidak berjamur pula disarankan untuk mengkonsumsi kue kering seperlunya, khususnya pengidap kencing manis (Diabetes Mellitus). Karena kue kering Lebaran biasanya kaya akan krim, susu, mentega, dan gula dengan muatan lemak jenuh.
Supaya lebih sehat, Anda dapat mengombinasi bahan tepung dengan tepung terigu spesial untuk membuat kue ataupun tepung gandum, lantas memilih pemanis disamping gula, mengubah mentega dengan jenis yang lebih sehat.
Mentega sehat dapat memperolehnya dengan mengombinasikan margarin rendah lemak ataupun minyak canola (vegetable oil) ke dalam campuran sehingga muatan lemaknya dapat dikurangi.
Bila membolehkan, tambahkanlah buah ke dalam menu kue kering Anda guna menyertakan asupan serat ke dalam kue. Anda bisa coba membubuhkan beragam macam buah ketika membuat kue kering, seperti buah beri, buah kelapa, ataupun buah kering rendah gula.
