Ada banyak alasan yang menjadikan orang bermimpi untuk berkuliah di Jepang. Biasanya adalah karena budaya Jepang yang khas, baik budaya tradisional maupun modern-nya. Budaya modern Jepang sudah banyak yang mendunia, bahkan banyak yang mulai belajar karakter Bahasa Jepang dari manga atau anime. Selain itu budaya lain seperti cosplay dan baju tradisional Jepang juga banyak diminati di seluruh dunia.
- Tersedia banyak program pilihan
Yang pertama kali harus dipikirkan sebelum berangkat ke Jepang tentunya adalah merencanakan program studi, apakah kalian akan mengikuti program yang sudah tersedia atau membuat program sendiri. Beberapa universitas memiliki program yang sudah tersusun, sehingga mahasiswa tinggal mengikuti, tapi ada juga universitas yang membebaskan mahasiswa menyusun program studinya sendiri. Ada juga beberapa lembaga yang bisa membantu jika kalian butuh bantuan untuk merencanakan studi.
- Bahasa Inggris jarang digunakan
Orang Jepang memang mempelajari Bahasa Inggris di pendidikan formal, sama seperti kita di Indonesia, tapi mereka tidak terlalu suka menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kalian misalnya bertanya petunjuk arah jalan, warga lokal mungkin akan dengan senang hati membantu, tapi dengan Bahasa Inggris yang tidak sempurna. Disarankan untuk para calon mahasiswa sebaiknya mengambil kursus Bahasa Jepang intensif sebelum berangkat ke Jepang. Kalian juga bisa mendownload aplikasi penerjemah Bahasa atau kamus Bahasa Jepang di smartphone yang bisa membantu jika suatu saat kesulitan memahami Bahasa Jepang.
- Ujian JLPT dan EJU
Ada dua jenis ujian sertifikasi untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang bagi warga asing, yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan EJU (the Japanese University Exam).JLPT merupakan ujian yang paling umum, dan diujikan dalam lima level, yang terendah adalah N5 dan yang tertinggi adalah N1. Tesnya diadakan dua kali setahun bagi non-native speaker yang ingin menggunakan Bahasa Jepang untuk kepentingan akademis dan profesional.
EJU mengujikan empat topik: Bahasa Jepang untuk penutur asing, sains, Jepang dan dunia, dan matematika. Universitas dan program yang kalian pilih akan menentukan yang mana dari keempat topik itu yang harus diambil.Materi Bahasa Jepang untuk penutur asing diujikan dalam Bahasa Jepang, sementara tiga topik lainnya tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
- Mencari beasiswa
Ada banyak tawaran beasiswa yang bisa kalian dapatkan di Jepang, bisa dari lembaga luar sekolah atau dari sekolah itu sendiri. Dua sumber untuk mengecek beasiswa untuk mahasiswa asing adalah di Japan Study Support dan Gateway to Study in Japan, keduanya memiliki daftar beasiswa yang bisa dipilih. Jangan malu untuk bertanya pada universitas kalian tentang program beasiswa. Jaga kesopanan dan coba tanyakan pada bagian yang memang mengurusi mahasiswa asing, sehingga kalian bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.
- Transportasi umum lebih banyak digunakan
Jepang memang sudah terkenal dengan perkembangan teknologinya yang sangat maju, salah satunya adalah dari bidang transportasi. Subway dan kereta cepat sudah merupakan pemandangan biasa di sana. Sebagian besar warga Jepang akan memilih menggunakan transportasi umum ini setiap hari, jadi jangan kaget jika kalian mendapati stasiun kereta banyak yang penuh sesak saat jam sibuk. Kebanyakan mahasiswa asing di Jepang secara alami akan hapal jalur kereta di Jepang seiring berjalannya waktu.
Untuk mahasiswa baru, bisa menggunakan Google Maps atau juga aplikasi khusus untuk mengetahui jalur-jalur kereta. Jadi pastikan kalian selalu punya data dan koneksi internet saat berkeliling di Jepang. Selain transportasi umum, alat transportasi yang akan cukup sering ditemukan adalah sepeda. Sudah tidak mengherankan lagi jika kalian menemukan banyak orang yang mahir sekali bersepeda sambil makan, memakai make up, atau bahkan bermain game.
- Bekerja sambilan di Jepang
Mahasiswa yang sudah memiliki izin kerja berarti boleh mengambil kerja sambilan atau part time di Jepang. Kalian bisa bekerja 28 jam per minggu saat hari-hari sekolah biasa, dan 40 jam per minggu saat libur semester. Mahasiswa tidak diperbolehkan untuk mengambil pekerjaan yang berkaitan dengan klub malam atau tempat hiburan dewasa lainnya. Termasuk juga menjadi DJ atau bekerja sebagai pencuci piring di klub malam. Kebanyakan mahasiswa akan bekerja di toko atau rumah makan dengan pendapatan sekitar 1000 Yen per jam. Part time dengan bayaran termahal untuk mahasiswa adalah dengan mengajar Bahasa, misalnya mahasiswa Indonesia yang mengajarkan Bahasa Indonesia di Jepang, baik di sekolah atau hanya les privat. Pekerjaan ini bisa menghasilkan hingga 3000 Yen per jam.
- Tempat tinggal
Jika kalian sudah memiliki program studi dari lembaga tertentu, biasanya tempat tinggal sudah termasuk di dalamnya. Beberapa universitas juga memiliki asrama untuk mahasiswa asing, atau ada juga opsi homestay untuk tinggal di rumah warga lokal. Karena proses mencari tempat tinggal ini cukup rumit, sebaiknya kalian mempersiapkannya sebelum datang ke Jepang. Jika kalian hanya tinggal untuk beberapa bulan, ada pilihan rental apartemen yang bisa disewa untuk jangka pendek.
