Breaking
OpenAI announces GPT-5 release window for early 2025... • New smartphone processors reach record-breaking clock speeds... • SpaceX successfully launches next-gen satellite array... • Global semiconductor shortage finally eases as production triples...
Kuliner / Article

Korea Selatan Krisis Kimchi? Kok Bisa?

Editor
Editor
calendar_today Okt 22, 2020
schedule 6 tahun
Da50a74e77790f53.jpg

Aghil – Korea Selatan kini memang tengah menjadi perbincangan di dunia. Baik pada industri hiburan dengan Drama Korea dan K-Pop-nya, serta industri kulinernya. Kita tentu mengenal Kimchi, salah satu makanan tradisional Korea yang merupakan sayuran hasil fermentasi.

Makanan yang dicampur dengan berbagai bumbu seperti kecap ikan, bawang putih, jahe, udang, dan bubuk cabai merah, ini diklaim sebagai makanan sangat sehat.

Namun, tersiar kabar bahwa Korea kini tengah menghadapi bencana kuliner. Akibat cuaca ekstrim di Korea Selatan, harga kubis disana meningkat secara drastis. Hal ini berbanding terbalik dengan permintaan kubis yang dari orang-orang yang tengah mempersiapkan tradisi fermentasi tahunan. Kubis diketahui sebagai salah satu bahan kimchi.

Cuaca ekstrim ini membuat kubis menjadi hal yang langka dan menciptakan kekurangan besar-besaran tepat sebelum musim pembuatan kimchi atau gimjang. Dilansir dari laman FoodandWine, disana telah terjadi musim hujan terlama dengan disertai tiga topan besar yang menyebabkan banjir pada Agustus dan September.

Bencana tersebut membuat banyak tanaman rusak sehingga mengganggu pasokan kubis di pasaran.

Peristiwa ini bukan hanya mempengaruhi rumah tangga saja. Bahkan sebuah produsen kimchi top Korea Selatan, Daesang Corp., telah menghentikan sementara penjualan online karena kekurangan kubis.

Kemudian CJ CheilJedang Corp., perusahaan makanan besar lainnya, mengatakan sedang mencari pasokan alternatif untuk memenuhi permintaan yang sangat tinggi tahun ini karena lebih banyak orang makan di rumah karena pandemi virus corona.

"Kubis khususnya sangat sensitif terhadap perubahan iklim dan segala jenis cuaca ekstrem, karena akan merusak hasilnya," kata Kim Dajung, seorang peneliti di Institut Ekonomi Pedesaan Korea, dikutip dari Time, Selasa, 20 Oktober 2020. "Sementara harga mulai stabil, ketidakpastian harga akan terus berlanjut hingga musim gimjang dimulai pada pertengahan November."

Kekurangan kimchi yang terjadi akan mereda bila cuaca membaik. Dengan begitu, harga kubis akan menurun. Pembelian sayuran dan produksi kimchi diperkirakan akan stabil bulan depan.

Kondisi itu akan memberikan kenyamanan bagi orang-orang seperti Lee Neung-hwa, seorang ibu rumah tangga berusia 64 tahun yang lemari es kimchi-nya mulai terlihat kosong. Sebagian besar rumah tangga Korea Selatan memiliki lemari es khusus untuk bumbu dan kimchi mereka pada suhu yang ideal.

Recommended For You

Resep Sambal Cina Viral Kuliner

Resep Sambal Cina Viral

Jun 01, 2023
Bahan Alami untuk Pewarna Makanan: Pilihan Sehat dan Berkelanjutan Kuliner

Bahan Alami untuk Pewarna Makanan: Pilihan Sehat dan Berkelanjutan

Jul 13, 2024
Kudapan Enak dan Sehat untuk Sajian Berbagai Acara di Royal Snack Box Jakarta Kuliner

Kudapan Enak dan Sehat untuk Sajian Berbagai Acara di Royal Snack Box Jakarta

Jan 07, 2020