Pelaku industri grosir di Indonesia saat ini banyak yang menghadapi situasi sulit di tengah pandemi Covid-19. Dan agar dapat tetap bertahan maka para pelaku bisnis dituntut untuk dapat beradaptasi dan menyesuaikan strategi dalam bisnis. Seiring dengan tren dan ekspektasi pelanggan dalam industri grosir business to business (B2B) pun terus berubah dengan berjalannya waktu. Hal ini karena pelanggan mengharapkan kualitas pelayananan yang sama seperti yang disediakan oleh pasar business-to-customer. Salah satu platform berteknologi zilingo memiliki tips agar dapat meningkatkan penjualan pada bisnis grosir di masa pademi seperti saat ini. Seperti diketahui bahwa saat ini perjalanan kosumen telah berkembang secara signifikan dan tren terus berkembang pesat.

Agar penjualan dapat meningkat, beberapa hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Berintegrasi dengan e-commerce dalam bisnis
Sekarang ini daring termasuk pada suatu keharusan dalam berbagai jenis bisnis yang salah satunya adalah grosir. Pertumbuhan niaga atau yang lebih dikenal sebagai e-commerce memberikan kemudahan bagi pembeli B2B dalam melakukan pengadaan yaitu selama 24 jam selama tujuh hari.
- Fokus pada Kompetensi Inti Bisnis
Pemilik usaha kecil seringkali tidak dapat membedakan konsep diversifikasi dengan mengoleksi produk. Padahal, menambahkan produk atau layanan lain bukanlah diversifikasi. Hal ini justru membuang-buang waktu dan uang jika dilakukan tanpa mengevaluasi permintaan pasar atau perilaku konsumen lokal.
- Layanan Pelanggan
Pelanggan adalah salah satu poin penting dalam penjualan grosir. Dengan dorongan tim untuk berkomunikasi dengan baik dan profesional dengan pelanggan, sambil memotivasi tim untuk membuat keputusan yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Pelaku bisnis dapat terus bekerja ekstra untuk pengecer yang membeli produk dan selalu perlakukan pembeli dengan sopan dan profesional. Perlakuan seperti ini akan sangat membantu dalam menciptakan pelanggan grosir yang setia dan bervolume lebih tinggi.
- Sesuaikan Model Bisnis
Pengusaha atau pemilik bisnis wajib mengakomodasi dan mengikuti tren yang berubah, khususnya dalam situasi pandemi saat ini. Sehingga, jika pelaku usaha ingin bisnisnya tetap bertahan dari krisis, perlu beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang tepat. Terkait hal ini akan lebih baik jika model bisnis diubah sebagai upaya terakhir untuk bertahan hidup. Pelaku usaha dapat memulai dengan mengubah kategori produk, menyederhanakan proses pembayaran, dan lainnya. Dengan begitu, pelaku bisnis dapat terus beradaptasi dengan tren dan pola konsumsi dari konsumen.
- Memanfaatkan Teknologi
Masa pandemi adalah saat yang tepat untuk pelaku usaha untuk meningkatkan inovasi dan mencari cara baru guna menjangkau konsumen sasaran dengan bantuan teknologi. Pelaku usaha bisa mulai menjual barang dagangan di pasar online atau media sosial, atau bahkan menjual dalam jumlah besar untuk meningkatkan omset. Pertimbangkan lebih banyak promosi, dan meningkatkan pemasaran digital melalui strategi dan konten yang terjangkau namun menarik.

Jika Anda tidak tahu harus memulai dari mana, Zilingo Trade dengan berbagai layanannya siap untuk mengaktifkan, melengkapi, dan meningkatkan bisnis Anda. Guna membantu kebutuhan UMKM, lini bisnis B2B milik Zilingo, yakni Zilingo Trade siap mendukung merek dan bisnis melalui berbagai layanan.
Zilingo Trade menyediakan berbagai brand perawatan kulit yang bisa dibeli secara grosir salah satunya melalui BeautyK Indonesia yang menawarkan diskon hingga 40% serta penawaran produk bundel eksklusif. Dapatkan juga potongan harga hingga 30% dari Mode Glam untuk produk kecantikan favorit seperti body lotion maupun lulur serta produk kecantikan lainnya.
